Tanda Tanda Hamil Yang Wajib Diketahui Pasangan Baru Menikah

Tanda Tanda HamilKali ini saya akan memberikan tips cara mengetahui Tanda Tanda Hamil Yang Wajib Diketahui Pasangan beru Menikah, biasanya sangat menunggu kehadiran buah hati.Namun tidak semua bisa langsung mendapatkannya. Beruntung ketika bisa langsung hamil.Untuk yang belum tahu tanda-tanda kehamilan, Anda dapat membaca tanda-tanda dibawah ini:
1. Tidak datang haid (Amenorrhoea)
Bila siklus haid ibu teratur lalu tidak datang pada waktunya, ada kemungkinan ibu HAMIL. Tetapi sebaiknya ditunggu kurang lebih seminggu sebelum ke dokter kandungan untuk diperiksa. Atau bisa juga haid datang terlambat karena stress atau makan obat-obatan tertentu.
2. Mual dan Muntah
Hampir separuh ibu hamil mengalami mual dan muntah atau pusing. Mual biasanya terjadi di pagi hari. Namun mual dan muntah terjadi sekitar 2 minggu setelah haid terlambat datang.
3. Rasa kesemutan atau berdenyut pada payudara
Biasanya menjelang haid, payudara dirasakan lebih memadat. Bila ibu hamil, gejalanya akan menetap dan kadang berdenyut pada puting seperti kesemutan. Saat kehamilan semakin membesar, payudara makin padat dan puting semakin besar dan lebih gelap.Perubahan ini disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh plasenta.
4. Sering Kencing
Ginjal bekerja berlebihan pada awal kehamilan, sehingga ibu akan sering ke toilet untuk kencing.
5. Mengidam
Ada beberapa ibu akan mengidam makanan tertentu pada awal kehamilannya dan bulan-bulan berikutnya.
Demikian ibu, 5 tanda-tanda diatas hanya sebagai pedoman secara umum untuk mengetahui kehamilan secara cepat.
Untuk lebih memastikan bisa digunakan-alat tes kehamilan yang sangat mudah didapat dan digunakan.
Jika hasil tes dirumah positif (+), bisa langsung ke dokter kandungan terdekat untuk konfirmasi kehamilan. Sekian saja artikel Tanda Tanda Hamil Yang Wajib Diketahui Pasangan Baru Menikah, Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    keywords planner

    First there were the error notices that users have to have an active campaign, not just an AdWords account to access Keyword Planner.